Sistem negotiation dalam seri Shin Megami Tensei sudah lama menjadi salah satu ciri khas paling ikonik di genre JRPG. Lewat fitur ini, pemain bisa berbicara dengan monster untuk meminta item, uang, hingga merekrut mereka menjadi rekan.
Namun siapa sangka, inspirasi awal sistem tersebut ternyata muncul dari rasa frustrasi seorang developer saat bermain Dungeons & Dragons.
Developer Atlus Kesal Goblin Selalu Dibunuh
Dalam wawancara eksklusif bersama Encount, Kazunari Suzuki yang merupakan salah satu developer seri Megami Tensei membagikan cerita menarik mengenai awal terciptanya sistem negotiation dan fusion.
Menurut Suzuki, ide negotiation muncul ketika dirinya bermain Dungeons & Dragons bersama rekan-rekan developer lain.
Saat itu, ia merasa aneh karena pemain selalu memperlakukan Goblin sebagai monster yang harus dibunuh tanpa ada pilihan lain.
Suzuki mempertanyakan kenapa pemain tidak bisa berbicara dengan Goblin, padahal monster tersebut memiliki bahasa dan komunitas sendiri di dunia permainan.
Tidak Bisa Negosiasi dengan Goblin
Suzuki menjelaskan bahwa dirinya sempat bertanya kepada Dungeon Master apakah ada cara untuk berbicara atau bernegosiasi dengan Goblin.
Namun pada sesi permainan tersebut, satu-satunya pilihan hanyalah bertarung dan membunuh mereka.
Hal itulah yang membuat Suzuki merasa sistem interaksi dengan monster di DnD terasa kurang masuk akal.
Dari pengalaman tersebut, muncul ide untuk menghadirkan fitur negotiation di Digital Devil Story: Megami Tensei.
Lewat sistem ini, monster tidak hanya menjadi musuh, tetapi juga karakter yang bisa diajak berbicara dan dipahami.
Sistem Fusion Terinspirasi Manga Devilman
Selain negotiation, Suzuki juga menjadi salah satu pencipta sistem fusion yang kini sangat identik dengan franchise Megami Tensei.
Menurutnya, ide fusion terinspirasi dari manga Devilman yang sangat ia sukai sejak sekolah.
Sistem fusion memungkinkan pemain menggabungkan demon atau monster untuk menciptakan karakter baru yang lebih kuat.
Fitur tersebut kemudian berkembang menjadi elemen penting dalam berbagai game Atlus.
Jadi Ciri Khas Seri Atlus Hingga Sekarang
Kini, sistem negotiation dan fusion tidak hanya dikenal di seri Shin Megami Tensei saja, tetapi juga hadir di berbagai game Atlus lainnya seperti:
- Persona
- Metaphor: ReFantazio
Kedua fitur tersebut bahkan dianggap sebagai identitas utama game JRPG buatan Atlus hingga sekarang.
Cerita di balik terciptanya sistem negotiation ini juga memperlihatkan bagaimana ide sederhana dari pengalaman bermain tabletop RPG bisa berkembang menjadi fitur ikonik dalam industri game.

