Activision tampaknya semakin serius dalam memerangi para pembuat dan penjual cheat Call of Duty. Jika sebelumnya perusahaan lebih banyak mengandalkan sistem anti-cheat di dalam game, kini mereka mulai mengambil langkah hukum yang jauh lebih tegas.

Menariknya, tindakan tersebut bahkan dilakukan langsung di dunia nyata.

Langkah terbaru ini menjadi bagian dari upaya panjang Activision untuk memberantas ekosistem cheat yang selama ini mengganggu pengalaman bermain jutaan pemain Call of Duty.

Activision Datangi Rumah Pembuat Cheat

Pada akhir Agustus 2026, Activision membagikan sebuah cuplikan video bodycam melalui akun resmi mereka di X.

Dalam rekaman tersebut, terlihat salah satu perwakilan Activision mendatangi sebuah rumah di Ohio, Amerika Serikat. Perwakilan tersebut kemudian mengetuk pintu dan menyerahkan dokumen cease-and-desist kepada seorang pria yang diduga memiliki hubungan dengan Elocarry, salah satu penyedia cheat Call of Duty yang cukup dikenal.

Pria tersebut tampak kebingungan ketika menerima dokumen yang disebut berasal dari pengacara Activision.

Perwakilan Activision kemudian menjelaskan bahwa dokumen tersebut merupakan perintah untuk menghentikan aktivitas tertentu. Ia juga meminta pria tersebut menghubungi kantor pengacara yang tercantum di dalam dokumen.

Activision menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan merupakan penangkapan. Langkah ini merupakan tindakan hukum perdata yang bertujuan menghentikan aktivitas penjualan dan distribusi cheat.

Bukan Kasus Pertama Activision

Tindakan terhadap Elocarry ternyata bukan pertama kalinya Activision mengambil langkah hukum terhadap bisnis cheat.

Perusahaan tersebut dilaporkan telah mengganggu lebih dari 375 operasi penjualan cheat, mengirimkan lebih dari 80 cease-and-desist, serta membantu menutup lebih dari 30 vendor cheat.

Activision juga tidak menutup kemungkinan membawa kasus tersebut ke pengadilan apabila pihak yang menerima perintah hukum tidak bersedia menghentikan aktivitasnya.

Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya ingin menghukum pemain yang menggunakan cheat, tetapi juga berusaha menyerang pihak yang berada di balik bisnis tersebut.

RICOCHET Serang Pemain, Langkah Hukum Serang Sumbernya

Upaya hukum Activision ini pada dasarnya melengkapi sistem anti-cheat RICOCHET, yang telah digunakan Call of Duty sejak 2021.

RICOCHET berfokus pada aktivitas cheating di dalam game. Sistem tersebut bertugas mendeteksi perilaku mencurigakan dan memberikan sanksi kepada pemain yang terbukti menggunakan cheat.

Namun, masalah cheating tidak hanya berasal dari pemain.

Di belakangnya terdapat ekosistem yang terdiri dari pembuat, pengembang, dan penjual cheat. Mereka menyediakan berbagai software yang kemudian digunakan pemain untuk mendapatkan keuntungan tidak adil dalam permainan.

Karena itu, tindakan hukum Activision memiliki tujuan yang berbeda. Jika RICOCHET berusaha menghentikan cheater di dalam game, langkah hukum ini mencoba memutus sumber pasokan cheat. okeslot

Activision Ingin Memutus Bisnis Cheat dari Akarnya

Dengan membawa persoalan cheat ke ranah hukum, Activision berharap bisnis jual-beli cheat menjadi semakin sulit dan berisiko.

Jika pembuat dan penjual cheat terus menghadapi ancaman tuntutan hukum, mereka tentu akan berpikir ulang sebelum menjalankan bisnis tersebut. pulsaslot

Strategi ini juga menunjukkan bahwa perang melawan cheating di Call of Duty kini tidak lagi hanya berlangsung di dalam server game. Activision tampaknya ingin menyerang seluruh ekosistem cheating, mulai dari pemain hingga pihak yang menyediakan alatnya.

Apakah strategi tersebut akan berhasil mengurangi jumlah cheater di Call of Duty? Kita tentu masih harus melihat hasilnya. Namun, satu hal sudah jelas: Activision tampaknya tidak ingin memberikan ruang bagi bisnis cheat untuk terus berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *