Cloudflare Komdigi – Dalam beberapa jam terakhir, netizen Indonesia ramai membahas wacana Komdigi yang sedang mengevaluasi kemungkinan pemblokiran layanan infrastruktur Cloudflare dan lainnya di Indonesia. Langkah ini terkait dengan layanan tersebut yang belum terdaftar sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dimana diwajibkan bagi seluruh layanan digital, mulai dari aplikasi hingga penyedia infrastruktur internet.
Menurut Komdigi, tindakan ini bertujuan memastikan seluruh penyedia layanan digital mematuhi regulasi PSE. Komdigi juga menilai bahwa sebagian situs judi online memanfaatkan layanan reverse-proxy pada Cloudflare, sehingga proses pemblokiran menjadi lebih kompleks.
Namun, apa jadinya jika Cloudflare benar-benar terdampak regulasi hingga diblokir oleh Komdigi? Situs apa saja yang berpotensi mengalami dampaknya?
Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata ada banyak situs dari Indonesia yang menggunakan Cloudflare. Berdasarkan data dari BuiltWith, banyak situs menggunakan infrastruktur layanan Cloudflare baik itu untuk server ataupun sebagian aset situs mereka. Selain itu, situs-situs tersebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pemerintah, universitas, perusahaan negeri maupun swasta, dan lainnya.
Namun harap diingat, data BuiltWith didapatkan melalui semacam sistem pemindaian yang bekerja secara otomatis berdasarkan DNS, Header HTTP, dan skrip publik pada website. Maka dari itu, data tersebut digunakan sebagai indikasi umum dan tidak berarti situs-situs tersebut pasti berdampak secara mutlak.
Dan jika sebagian aset diblokir karena menggunakan Cloudflare, inti dari situs tersebut masih bisa diakses, meskipun beberapa fungsi tertentu mungkin terpengaruh.

