Brasil resmi membuka pasar taruhan esports setelah mengesahkan Law of Bets dan Ordinance No. 36, yang memungkinkan taruhan pada game populer seperti Counter-Strike, League of Legends, dan Valorant. Dalam enam bulan pertama, tercatat 17,7 juta taruhan dengan pendapatan kotor mencapai R$17,4 miliar (USD 3,2 miliar), setara Rp 53 triliun, dan pemerintah mengantongi R$3,8 miliar pajak.

Sekitar 8% penduduk Brasil telah ikut serta, dengan rata-rata pengeluaran R$164 per bulan per bettor. Mayoritas pemain laki-laki berusia 31–40 tahun.

Meski membuka peluang ekonomi besar, legalisasi ini memunculkan kekhawatiran soal kecanduan judi di kalangan muda. Beberapa legislator mengusulkan batas taruhan bulanan, kenaikan usia minimal 21 tahun, dan larangan sponsor perjudian di olahraga.

Dengan langkah ini, Brasil bisa menjadi pasar taruhan esports terbesar di dunia, sekaligus menjadi contoh bagaimana perjudian legal dapat dikelola di bawah aturan resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *