
Turnamen Esports Desa Nasional 2026 resmi digelar di Gedung Balai Sidang Mahesa, Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (14/1/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Desa Nasional. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menekankan bahwa esports bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari ekonomi digital yang dapat menjadi motor pembangunan desa.
Ajang ini diikuti sekitar 3.000 peserta dari seluruh Indonesia, melalui fase kualifikasi daerah dan final nasional. Juara pertama diraih tim asal Malang, Jawa Timur, disusul tim Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, dan Bangka Belitung di posisi ketiga.
Mendes Yandri menekankan, pengembangan esports di desa sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ekonomi digital dari akar rumput, sekaligus membuka peluang pembinaan karakter dan keterampilan strategis bagi generasi muda desa.
