Producer Like a Dragon – Ada banyak sekali game yang sudah dirilis dengan nama Yakuza maupun Like a Dragon. Jika ditotal, ada sembilan game utama, belum termasuk versi remake, remaster dan beberapa spin-off seperti Pirate Yakuza in Hawaii dan Lost Judgment.
Menariknya, deretan game tersebut ternyata bukan sesuatu yang langsung terpikirkan di masa-masa awal pengembangan IP-nya, di mana kala itu Ryu Ga Gotoku Studio masih muda dan belum yakin apakah seri game tersebut akan menjadi beban finansial kedepannya.
Dalam wawancara bersama Famitsu, Masayoshi Yokohama selaku Producer Executive Like a Dragon membagikan gambaran soal pola pikirnya ketika mengembangkan seri game tersebut.
Masayoshi Yokohama mengaku baru mulai melihat Like a Dragon sebagai sebuah seri game yang benar-benar serius ketika pengembangan Yakuza 3 dimulai. Itu karena Ending Yakuza 2 sudah terasa sangat tuntas dan memuaskan sampai-sampai game itu sebenarnya bisa saja jadi akhir untuk serinya.
Yang menarik adalah dia mengungkap cara berpikir itu ternyata masih ia pegang sampai sekarang di mana setiap game baru Like a Dragon selalu ia perlakukan atau anggap seakan bab penutup atau akhir dari serinya.
Soal dampak dari pola pikir itu terhadap seri Like a Dragon, Yokohama mengatakan bahwa ia belum benar-benar memikirkan kelanjutan nasib Ichiban Kasuga. Artinya, dia belum menyiapkan arah cerita Ichiban setelah kemunculan terakhirnya di Pirate Yakuza in Hawaii. Dari situ, kisah Ichiban sebenarnya bisa saja dianggap tamat, meski kemungkinan besar petualangannya akan dilanjutkan lagi suatu saat nanti.
Bagi yang khawatir soal masa depan Ichiban Kasuga yang masih belum jelas, Yokoyama mengakui bahwa porsi kemunculan Goro Majima yang makin besar dari tahun ke tahun itu sebenarnya bukan rencana sejak awal, tapi dipengaruhi oleh respon pemain yang sangat positif terhadap karakter tersebut.
Dari situ, bisa ditarik kesimpulan bahwa Ichiban akan tetap menjadi sosok penting di seri Like a Dragon, meski Yokoyama mungkin masih belum memutuskan arah ceritanya ke depan.

