Developer di Jepang gunakan AI kini bukan lagi sebatas eksperimental, melainkan sudah menjadi standar baru dalam proses produksi game modern. Berdasarkan laporan survei terbaru dari Computer Entertainment Supplier’s Association (CESA) yang dirilis pada ajang Tokyo Game Show 2026, mayoritas studio pengembang di Negeri Sakura tersebut telah mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan ke dalam alur kerja harian mereka.
Laporan resmi dari CESA mencatat bahwa sebanyak 85,8% developer di Jepang gunakan AI dalam memproduksi judul-judul game terbaru mereka. Angka ini mengalami lonjakan yang sangat drastis jika dibandingkan dengan data tahun lalu yang baru menyentuh angka 51%. Dari total tersebut, sekitar 63% pengembang mengaku memanfaatkan perangkat AI secara rutin setiap harinya, sementara sisanya menggunakannya secara berkala.
Survei yang melibatkan sejumlah nama besar di industri game seperti Capcom, Sega, Konami, hingga Level-5 ini mengungkapkan bahwa alasan utama di balik tingginya tingkat adopsi teknologi ini adalah untuk mendongkrak efisiensi operasional. Penggunaan AI dinilai efektif dalam memangkas durasi pengembangan yang makin kompleks, sekaligus menekan biaya produksi yang kian membengkak di modern saat ini.

