Kalau ada satu judul JRPG yang sudah jadi franchise populer di Jepang, banyak dari kita pasti akan menjawab Final Fantasy atau Dragon Quest. Mengapa tidak. Saking populernya, setiap kali ada peluncuran judul baru, beberapa perusahaan domestik Jepang bahkan memberikan izin cuti kepada pegawainya untuk bisa memainkan game tersebut di hari perilisan. Tapi, kini popularitas tersebut tampaknya tidak dilanjutkan ke generasi setelahnya.
Salah satu cuitan oleh mangaka Noriba di X mengemukakan kalau meski Dragon Quest semakin menjadi populer lewat seri remake baru-baru ini, nyatanya judul tersebut bukan jadi pilihan kebanyakan gamer muda sekarang.
Noriba mengungkapkan kalau ketika dirinya bertanya kepada gamer muda saat ini mana judul yang lebih dia suka, Dragon Quest atau Final Fantasy, jawaban yang muncul malah Pokemon. Bahkan ada satu jawaban mengejutkan, dimana gamer tersebut tidak pernah memainkan kedua game JRPG klasik ini.
Topik ini langsung menjadi perbincangan hangat dimana ada satu hipotesa yang mengatakan kalau hal semacam ini dipengaruhi oleh waktu pengembangan game. Salah satu cuitan balasan menjelaskan kalau dulu waktu pengembangan Dragon Quest hanya 1-2 tahun. Sedangkan sekarang, untuk mengembangkan 1 judul game perlu 5 sampai 10 tahun.

