Setelah menunggu sekian lama, game besutan mantan kreator Assassin’s Creed, 1666: Amsterdam telah diumumkan dengan trailer perdana lewat Summer Game Fest 2026.
Namun, baru-baru ini game diduga menggunakan Generative AI di tahap pre-produksi hingga dikritik oleh gamer, membuat sang mantan kreator akhirnya buka suara terkait hal tersebut.
Lewat wawancara dengan GamesRadar+, Patrice Désilets selaku mantan kreator Assassin’s Creed membahas soal penggunaan Generative AI yang ia akui memang digunakan dalam pengembangan 1666: Amsterdam.
Désilets berkata ia mendapat kritik terkait adanya AI di gamenya, namun penggunaannya hanya sebatas di tahap konsep dan praproduksi yang telah dihapus sepenuhnya. Meski begitu, Désilets menerima kritikan publik dan takkan memakainya lagi ke depannya.
Buat yang penasaran, 1666 Amsterdam berkisah tentang Noa Brookyln yang dikenal sebagai The Collector dalam petualangannya membasmi The Originals, iblis yang menyamar menjadi manusia.
Lewat perjalanannya, Noa juga akan ditemani Aaron, manusia dari tahun 1999 yang dipanggil melewati lintas waktu dalam wujud kucing hitam. Mekanik gameplay membuat kita dapat bertukar peran sebagai Noa atau Aaron di era gelap Eropa tahun 1666.
Belum ada jadwal peluncuran resmi untuk 1666: Amsterdam, namun kamu sudah bisa mencoba gamenya lewat Early Access di PC via Steam yang telah dibuka minggu ini.

